BAUBAU, WARAWARANEWS.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin(STAI YPIQ) kembali menggelar Wisuda angkatan Ke-25 yang dipusatkan disalah gedung Kota Baubau, Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/8/2025).
Ketua Senat Dr. Wa Salmi, S.Th.I., M.Th.I secara resmi membuka rapat senat menandai dimulainya prosesi wisuda. Sebanyak 115 lulusan STAI YPIQ di wisuda.
Momen bahagia yang ditunggu-tunggu wisudawan dan wisudawati bersama orang tua akhirnya telah tiba.
Ketua YPIQ STAI Muslihi Kota Baubau dalam Berbagainya, Empat tahun waktu kuliah yang sangat singkat bagi mahasiswa. STAI YPIQ Baubau sebagai lembaga pendidikan tempat menimba ilmu untuk mencapai karir masa depan merupakan pilihan yang tepat dan bijak.
“Semoga STAI YPIQ Baubau terus berkembang dan dapat berkontribusi di dunia pendidikan khusunya di Kota Baubau,” tutur Ketua YPIQ didepan wisudawan, Sabtu (30/8/2025).
“Melalui kesempatan yang berbahagia ini (wisuda) kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua mahasiswa dan mahasiswi yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di STAI YPIQ Baubau,” sambungnya.
Muslihi menambahkan, STAI YPIQ Baubau berkomitmen membentuk insan akademik yang berakhlak mulia, membentuk calon tenaga pendidik agama Islam yang profesional serta menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan serta berkontribusi dalam pengembangan pendidkan Islam.
“Merealisasikan civitas akademika yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, yang berwawasan keislaman serta dapat mencetak sarjana muslim, yang beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Ketua YPIQ dengan lugas.
Ditempat yang sama, Ketua STAI La Ode Abdul Salam Al Amin mengatakan, pencapaian yang telah diperjuangkan hari ini bagian dari kerja keras, doa, dan pengorbanan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru penuh tantangan sekaligus peluang.
“Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan sejatinya adalah proses pembelajaran yang tiada pernah akhir,”pungkasnya.
Ketua STAI menjelaskan, IImu yang kalian peroleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia yang kita cintai.
“Jagalah kejujuran, integritas, dan empati dalam setiap langkah. Di luar sana, dunia tidak hanya menilai kecerdasan, tetapi juga karakter dan ketulusan hati,” tutup Ketua STAI.