BAUBAU, WARAWARANEWS.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (STAI YPIQ) Baubau mengelar wisuda sarjana Strata Satu angkatan Ke-25 yang dipusatkan disalah satu gedung di Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Sulawesi Tenggara. Dalam wisuda tersebut La Ode Aswad berpesan jaga Marwah almamater Kampus Hijau STAI YPIQ Baubau.
Walikota Baubau Yusran Fahim dan Wakil Walikota Wa Ode Hamsina Bolu melalui Asisten I Sekretariat Daerah (Sekda) Baubau La Ode Aswad dalam perayaannya, sarjana angkatan ke-25 menjadi momen bersejarah bagi wisudawan wisudawati. Setelah selesai proses wisuda akan kembali ke tengah-tengah masyarakat.
“Jaga nama baik Kampus. Karena almamater melekat pada tindakan, prilaku, tutur kata sehingga almamater bisa terjaga nama Kampus STAI YPIQ Baubau,” beber La Ode Aswad didepan wisudawan wisudawati, Sabtu (30/8/2025).
La Ode Aswad menambahkan, STAI YPIQ Baubau saat ini menuju tahap pengusulan penambahan Dua Program Studi (Prodi) dimana sedang dalam verifikasi. Penambahan Dua jurusan Prodi akan memperkuat mahasiswa Wisuda dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
“Nantinya STAI YPIQ akan berganti nama menjadi Institut Agama Islam (IAI) di Kota Baubau,” ujar Asisten I.
Dijelaskannya pula, keberadaan perguruan tinggi STAI YPIQ Baubau merupakan mitra penting pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Baubau.
Kemudian, lanjut Aswad, hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Baubau 2025–2030, Baubau sebagai Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera, dan Bermartabat.
“Visi tersebut tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama institusi pendidikan tinggi,” paparnya.
Ditempat yang sama, Ketua STAI La Ode Abdul Salam Al Amin dalam Segalanya, pencapaian yang telah diperjuangkan hari ini bagian dari kerja keras, doa, dan pengorbanan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru penuh tantangan sekaligus peluang.
“Semoga apa yang kita cita-citakan menjadi perubahan bagi Kampus STAI YPIQ Baubau,” tandasnya.
Ketua STAI menjelaskan, IImu yang diperoleh bukan diri sendiri, namun menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia yang kita cintai.
“Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan sejatinya adalah proses pembelajaran yang tiada pernah akhir,”pungkasnya.
“Jagalah kejujuran, integritas, dan empati dalam setiap langkah. Di luar sana, dunia tidak hanya menilai kecerdasan, tetapi juga karakter dan ketulusan hati,” tutup Ketua STAI.