BAUBAU, WARAWARANEWS.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Baubau masih memburu pelaku lain dalam kasus pengeroyokan terhadap dua pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, dua orang telah diamankan, sementara penyidik masih mengembangkan kasus untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Kasus ini menjadi perhatian setelah aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan Betoambari terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat ditarik dari sepeda motor hingga terjatuh sebelum dikeroyok secara beramai-ramai oleh sekelompok geng motor.
Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan, mengatakan penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Hingga saat ini penyidik Satreskrim masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. Hal itu juga menjadi tuntutan dari pihak korban agar seluruh pelaku yang terlibat dapat segera diamankan,” kata Rino kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kedua korban menjadi sasaran yang keliru. Peristiwa tersebut disebut merupakan aksi balas dendam yang salah sasaran dan bukan merupakan serangan acak terhadap masyarakat.
“Peristiwa yang terjadi di depan SMA Negeri 2 Baubau itu merupakan aksi spontanitas. Dari hasil penyelidikan sementara, ini murni diduga aksi balas dendam yang salah sasaran,” ujarnya.
Rino mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun terpengaruh berbagai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia meminta warga tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada Polres Baubau.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Baubau agar tetap tenang. Percayakan penanganan perkara ini kepada Polres Baubau. Jangan sampai masyarakat merasa resah karena kasus ini sedang kami tangani secara serius,” katanya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, Polres Baubau mengaku meningkatkan patroli rutin bersama jajaran Polsek, terutama pada malam hingga dini hari.
“Hampir setiap malam kami melaksanakan patroli bersama Polsek. Kejadian kemarin terjadi pada dini hari setelah patroli selesai. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati apabila beraktivitas pada malam hari,” ujar Rino.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Baubau agar tetap kondusif.
Sebelumnya, dua pemuda menjadi korban pengeroyokan saat berboncengan sepeda motor untuk membeli makanan pada dini hari. Salah seorang korban, Yamin, mengaku dirinya dan rekannya tiba-tiba dipepet rombongan pengendara motor.
“Kami cuma mau pergi beli makan. Tiba-tiba dari belakang ada rombongan motor yang langsung memepet kami,” kata Yamin.
Menurut Yamin, salah seorang pelaku menarik lengannya hingga ia terjatuh dari sepeda motor. Setelah itu, para pelaku langsung memukul dan menendang dirinya bersama rekannya.
“Saya langsung ditarik sampai jatuh. Setelah jatuh saya sempat ditabrak, lalu mereka datang memukul dan menendang saya bersama teman saya. Orangnya banyak sekali, kami tidak bisa melawan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, luka lecet di punggung akibat terseret di aspal, serta kehilangan sebuah telepon genggam yang diduga hilang saat pengeroyokan berlangsung. Usai menjalani visum di rumah sakit, keduanya melaporkan kasus tersebut ke Polres Baubau.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan dan seluruh pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.



