BMKG Baubau : Waspadai Pancaroba dan Gelombang Tinggi

In Baubau

BAUBAU, WARAWARANEWS.com — Langit Kota Baubau akhir-akhir ini tampak berubah-ubah. Pagi terasa terik, siang mendung, lalu sore tiba-tiba disiram hujan deras disertai petir. Fenomena ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Baubau, merupakan ciri khas musim pancaroba masa peralihan antara kemarau dan musim hujan.

“Sekarang ini cuacanya tidak stabil. Berdasarkan prakiraan, awal musim hujan di Baubau diperkirakan mulai akhir November hingga awal Desember, dan puncaknya nanti sekitar Desember sampai Januari,” ujar Yusni Nur Afiat, Perkiraan BMKG Baubau, saat ditemui di kantornya, Selasa (12/11/2025).

Menurutnya, masa pancaroba memang kerap menghadirkan cuaca yang sulit ditebak. Kadang petir menggema tanpa disertai hujan, atau hujan deras hanya turun di sebagian wilayah.

“Di Pelabuhan Murhum atau Jembatan Batu bisa hujan deras, sementara di pusat kota hanya mendung,” tuturnya.

BMKG mencatat, arah angin saat ini didominasi dari barat dengan kecepatan 5–20 knot, sementara tinggi gelombang di perairan Baubau berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai cukup berpotensi menimbulkan banjir rob atau pasang air laut di kawasan pesisir rendah.

“Biasanya rob muncul kalau hujan dan pasang laut terjadi bersamaan. Berdasarkan pengalaman kami, rob sering terjadi pada akhir Desember hingga awal tahun baru,” jelas Yusni.

Ia menambahkan, masyarakat pesisir terutama nelayan, pedagang di tepi pantai, dan pelaku pelayaran diminta lebih waspada. Bila terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, warga disarankan tidak memaksakan aktivitas di laut.

Selain memberikan imbauan langsung ke masyarakat, BMKG Baubau juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi, seperti KSOP, ASDP, Pelni, Basarnas, dan pihak bandara. Koordinasi dilakukan melalui grup komunikasi lintas sektor yang secara rutin berbagi informasi cuaca dan peringatan dini.

“Informasi cuaca dari BMKG Kendari kami teruskan ke seluruh pihak terkait agar dapat segera diantisipasi,” tambahnya.

Fenomena cuaca ekstrem ini merupakan hal yang lazim terjadi di masa transisi musim. Namun demikian, BMKG tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Dalam kondisi atmosfer yang labil, perubahan cuaca dapat terjadi dalam hitungan menit dari langit cerah menjadi badai.

“Waspadai potensi petir, hujan lebat, dan gelombang tinggi. Keselamatan harus jadi prioritas,” tutup Yusni.

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Lima WN Vietnam Ditangkap di Hotel Baubau, Diduga Hendak Illegal Ke Australia

BAUBAU, WARAWARANEWS.com - Upaya penyelundupan manusia menuju Australia melalui jalur laut kembali terungkap di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kantor

Read More...

Halal Bi Halal Keluarga Besar Amantokua Pererat Silaturahmi di Pasarwajo

BUTON, WARAWARANEWS.com – Keluarga besar Amantokua menggelar kegiatan halal bi halal yang berlangsung penuh kehangatan di pelataran Mushala Al

Read More...

Ribuan Warga Muhamadiyah Baubau Shalat Idul Fitri Di Pelataran Kampus UMB

BAUBAU, WARAWARANEWS.COM-Suasana pelataran kampus Universitas Muhammadiyah Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/3/2026) pagi, terasa berbeda. Udara masih

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu