BAUBAU, WARAWARANEWS.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (4/11/2025).
Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan pembangunan markas baru Batalion Infanteri (Yonif) 823/Raja Wakaka yang tengah dibangun di Kecamatan Sorawolio kota Baubau.
Menhan tiba di Bandara Betoambari Baubau menggunakan pesawat jet milik TNI AD sekitar pukul 10.30 WITA. Kedatangannya disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau.
Dari bandara, Menhan bersama rombongan langsung markas sementara Yonif 823/Raja Wakaka di Gedung Pancasila, Kecamatan Wolio.
Di lokasi tersebut, Menhan menyempatkan diri makan siang bersama prajurit dan jajaran TNI AD sebelum memberikan pengarahan.
Dalam arahannya, Sjafrie menekankan pentingnya semangat menyerah dan kesetiaan prajurit kepada bangsa dan negara.
“Kalian berasal dari rakyat, maka jangan pernah menyakiti rakyat. TNI harus hadir untuk melindungi dan membantu masyarakat,” pesannya di hadapan para prajurit.
Ia juga memberikan motivasi kepada prajurit muda agar terus meningkatkan disiplin dan profesionalisme.
“Saya berharap di antara kalian suatu saat nanti ada yang menjadi Komandan Batalyon 823 Raja Wakaka. Jadilah prajurit yang tangguh, siap bertugas di mana pun demi bangsa dan negara,” ujarnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Menhan Sjafrie mengatakan bahwa batalion pembangunan di Baubau merupakan bagian dari penguatan pertahanan nasional.
“Kebetulan di sini ada batalion yang sedang kita bangun. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah meminjamkan tempat sementara untuk prajurit Raja Wakaka sambil menunggu markas barunya selesai,” ujar Sjafrie.
Ia menjelaskan bahwa, kemajuan pembangunan markas baru telah mencapai sekitar 70 persen dan diperkirakan rampung pada akhir tahun ini.
“Fasilitasnya lengkap tempat tinggal, ruang kerja, dan area latihan. Jadi nanti Baubau akan memiliki salah satu batalion terbaik di Indonesia,” tambahnya.
Sjafrie juga menegaskan bahwa batalion pembangunan di berbagai daerah merupakan bagian dari strategi pemerataan kekuatan pertahanan.
“Indonesia ini negara yang luas. Kita punya kewajiban menjaga keamanan di setiap wilayah. Idealnya, satu kabupaten dijaga oleh satu batalion yang berisi sekitar seribu personel. Ke depan, kita menargetkan penempatan hingga 150 batalion di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menutup kunjungan kerjanya, Menhan mengaku bangga dengan prajurit Yonif 823 Raja Wakaka yang tetap disiplin dan aktif membantu masyarakat.
“Saya senang berada di Baubau karena prajurit saya di sini berkontribusi nyata dalam membantu masyarakat,” tutur Sjafrie sebelum bertolak kembali melalui Bandara Betoambari Baubau.



