BAUBAU, WARAWARANEWS.com,- Kepolisian Resor (Polres) Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 8 Oktober 2025, mulai pukul 10.30 WITA, di lahan seluas 1 hektar di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program besar pemerintah, yaitu Gerakan Tanam (Gertam) Jagung Serentak 1 Juta Hektar yang dicanangkan di 19 provinsi. Program ini bertujuan mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan Indonesia, sejalan dengan salah satu fokus utama Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sinergi Kuat Dukung Swasembada Pangan
Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan penanaman yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda dan instansi terkait. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BPS Kota Bau Bau, perwakilan dari Bulog Kota Bau Bau, Pelaksana Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bau Bau, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Baubau dan anggota Kelompok Tani Kelurahan Kaisabu.
Dalam sambutannya, AKBP Mayestika Hidayat menegaskan peran aktif Polri dalam mendukung program strategis nasional.
”Ini adalah wujud komitmen nyata kami, Polri, untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan mengawal sepenuhnya Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kita harus sadari, ketahanan pangan adalah salah satu kekuatan fundamental dan utama suatu negara,” tegas Kapolres Baubau.
Beliau menambahkan, sinergi antara Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat petani merupakan kunci utama keberhasilan program ini. “Kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia adalah tanggung jawab moral kita bersama sebagai aparat negara dan seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Tanam Jagung ini, kita berupaya maksimal untuk memastikan ketersediaan pangan dan mencapai target swasembada,” pungkas AKBP Mayestika Hidayat.
Harapan Hasil Maksimal Lahan yang digunakan untuk penanaman jagung serentak Kuartal IV di Sorawolio memiliki potensi hasil yang besar. Sebelumnya, pada kegiatan panen raya yang telah dilakukan di lahan yang sama, berhasil dipanen jagung sebanyak 2,4 ton. Hal ini menjadi indikasi positif bagi keberlanjutan program pertanian di wilayah tersebut.
Kegiatan penanaman jagung serentak ini berlangsung dengan aman dan kondusif, berakhir pada pukul 12.10 WITA, dan diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi kelompok tani setempat untuk terus meningkatkan produktivitas hasil panen demi tercapainya kedaulatan pangan daerah dan nasional.



