BAUBAU, WARAWARANEWS.com – TNI Angkatan Laut (AL) resmi meresmikan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Baubau di Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (7/11/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis TNI AL dalam memperkuat pertahanan dan keamanan maritim, khususnya di wilayah perairan Sulawesi Tenggara yang berada di kawasan jalur pelayaran internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III.
Upacara peresmian dipimpin langsung Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Baubau, Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari.
Denih mengatakan, peresmian Lanal Baubau bukan sekadar peningkatan status organisasi dari Pos TNI AL (Posal) menjadi pangkalan TNI AL.
Lebih dari itu, keberadaan pangkalan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran TNI AL di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
“Peresmian Lanal Baubau bukan sekadar peningkatan status organisasi, melainkan langkah strategis dalam memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut di wilayah perairan Sulawesi Tenggara,” kata Denih usai peresmian, Sabtu.
Menurut Denih, secara geografis Kota Baubau memiliki posisi penting karena berada di kawasan strategis jalur pelayaran internasional ALKI III. Jalur tersebut menjadi salah satu lintasan pelayaran internasional dengan intensitas lalu lintas kapal yang tinggi.
Kondisi itu, lanjut Denih, membutuhkan pengawasan secara optimal untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan laut.
“Posisi Baubau sangat penting karena berada di kawasan strategis jalur pelayaran internasional ALKI III. Karena itu, diperlukan pengawasan yang optimal untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman, termasuk penyelundupan dan gangguan keamanan maritim,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kehadiran Lanal Baubau juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasi, dukungan logistik, serta kemampuan pertahanan maritim di wilayah Sulawesi Tenggara.
Peresmian pangkalan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dalam penataan gelar pangkalan TNI AL.
Dengan status baru tersebut, Lanal Baubau akan menjalankan fungsi sebagai titik rebase atau pangkalan rumah logistik. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan bekal ulang, pemeliharaan, hingga administrasi bagi unsur TNI AL yang bertugas di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Melalui keberadaan Lanal Baubau, fungsi dukungan logistik, bekal ulang, pemeliharaan, dan administrasi bagi unsur TNI AL di Sulawesi Tenggara dapat lebih dioptimalkan,” ujar Denih.
Pada kesempatan yang sama, Mayor Laut (P) Virnando Nevi A, dikukuhkan sebagai Komandan Lanal Baubau.
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru dalam menjalankan tugas pangkalan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut yurisdiksi Indonesia.
Adapun wilayah kerja Lanal Baubau meliputi tujuh daerah, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, dan Muna Barat.
Denih berharap keberadaan pangkalan tersebut dapat memperkuat pengawasan serta meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga keamanan perairan di wilayah kerjanya.
Dengan diresmikannya Lanal Baubau, TNI AL menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan perairan nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, sejumlah pejabat Koarmada RI, jajaran Kodaeral VI, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.



